NADIKABAR.COM β€” Kepala Suku Dinas Perpustakaan dan Arsip Jakarta Utara Irawan mengajak pelajar di Jakarta Utara memahami bahwa literasi tidak terbatas pada kegiatan membaca buku lewat program Book Camp 2026.

β€œLiterasi dapat dikembangkan melalui berbagai bentuk kreativitas, komunikasi, dan ekspresi," kata Irawan saat pembukaan Book Camp 2026 bertema "Beyond the Pages" di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan kegiatan Book Camp 2026 diikuti 85 pelajar yang merupakan perwakilan Duta Baca, Duta Buku, dan Duta Literasi dari 40 sekolah tingkat SMA dan sederajat di Jakarta Utara.

Mereka mengikuti kegiatan yang dipusatkan Auditorium Kantor Sudin Pusip Jakarta Utara pada 2-4 November 2026.

Menurut Irawan, jumlah peserta tahun ini melampaui target yang telah ditetapkan. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme pelajar terhadap kegiatan pengembangan literasi.

"Kami ingin memastikan gelar Duta Literasi yang disandang para peserta didik tidak sekadar seremonial, tetapi mampu melahirkan ekosistem literasi yang aktif dan berkelanjutan," ujarnya.

Irawan menjelaskan rangkaian Book Camp 2026 dirancang secara terstruktur selama tiga hari dengan materi yang beragam.

Pada hari pertama, peserta mengikuti kegiatan team building untuk membangun kekompakan, memperkuat komunikasi, serta mempererat kolaborasi antar pelajar dari berbagai sekolah.

Memasuki hari kedua, peserta mendapatkan materi etika duta dan pelatihan public speaking profesional bersama Linda Lestari. Kegiatan juga diisi sesi berbagi inspiratif bersama penulis nasional, Pidi Baiq.

Pada hari ketiga, peserta dibekali strategi kreasi konten literasi bersama pegiat literasi dan komunitas bookstagram, Nabila Putri dan Wahyu Nivianto.

β€œKami berharap lahir kolaborasi literasi antarsekolah yang solid di Jakarta Utara," kata Irawan.

Sementara itu, pelajar dari SMA Negeri 45 Jakarta, Muhammad Dieno Hidayono mengaku mendapatkan pengalaman dan wawasan baru melalui kegiatan tersebut.

Ketua Duta Baca SMA Negeri 45 Jakarta ini menilai, Book Camp 2026 menjadi kesempatan berharga untuk memperluas jaringan pertemanan, bertukar gagasan, serta membangun kolaborasi dengan pelajar dari sekolah lain.

"Kegiatan ini menjadi kesempatan saya untuk mengenal teman-teman dari sekolah lain. Kami juga bisa membangun relasi untuk mengembangkan program kerja duta baca," kata Dieno.