Ia menyebutkan empat inovasi strategis berbasis data terpilah dan responsif gender yang dikembangkan Pemkot Jakarta Utara, meliputi Trans RT/RW, perluasan alokasi ARG Pemkot Jakarta Utara, penguatan penyediaan infrastruktur ramah kelompok rentan, serta pencegahan kematian dengan Partisipasi Keluarga untuk Ibu Hamil dan Nifas (PAPIKU).
Menurut dia, berbagai inovasi tersebut diperkuat melalui keberadaan Kelompok Kerja (Pokja) PUG serta sinergi antar perangkat daerah untuk memastikan kebijakan dan program pembangunan dapat menjangkau seluruh kelompok masyarakat.
"Kami optimistis penguatan PUG dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berkeadilan gender dan memastikan manfaat pembangunan dirasakan secara lebih merata," katanya.
Sementara itu, Perwakilan Tim Verlap Kemen PPPA RI, Agustina Erni Susiyanti mengatakan verifikasi lapangan bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai capaian, implementasi kebijakan, serta berbagai kendala dalam penerapan PUG di daerah.