NADIKABAR.COM — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara menyebut Kejuaraan Kota (Kejurkot) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jakarta Utara merupakan ajang pencarian bibit pebulu tangkis muda dari Jakarta Utara.

“Ini menjadi ajang adu kemampuan sekaligus wadah pembinaan dan pencarian bibit atlet potensial dari berbagai kelompok usia,” kata Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Fredy Setiawan di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan ajang yang memperebutkan Piala Wali Kota Jakarta Utara itu telah digelar selama tiga hari pada 21-23 September 2026 di Gelanggang Jakarta Utara dan diikuti 318 atlet muda dari 25 perkumpulan bulu tangkis Jakarta Utara.

Kejuaraan tersebut, kata dia, bukan semata-mata tentang kemenangan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun mental dan karakter atlet muda agar berani berjuang serta terus berkembang.

“Jangan bangga karena sudah menang, tapi bangga karena telah berani berjuang dan berusaha semaksimal mungkin. Kalah menang itu biasa,” ujar Fredy.

Dia pun mengapresiasi PBSI Jakarta Utara, panitia, pelatih, ofisial, orang tua, serta seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kejuaraan tersebut.

Menurut Fredy, dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam perjalanan para atlet muda untuk meraih prestasi.

Dia juga berpesan kepada peserta yang belum berhasil menjadi juara agar tidak berkecil hati dan menjadikan pengalaman bertanding itu sebagai bahan evaluasi.

“Jadikan pengalaman ini untuk evaluasi agar dapat tampil di kejuaraan berikutnya dengan persiapan dan kemampuan yang lebih baik,” tutur Fredy.

Selain itu, dia juga berharap agar Kejurkot PBSI Jakarta Utara dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun sehingga semakin banyak bibit-bibit unggul yang lahir dari Jakarta Utara dan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat DKI Jakarta, nasional, hingga internasional.

“Semoga kegiatan ini dapat terus berkelanjutan. Yang sekarang belum menang, mudah-mudahan tahun berikutnya bisa menjadi juara dan membanggakan Jakarta Utara,” ucap Fredy.

Sementara itu, Ketua Panitia Kejurkot PBSI Jakarta Utara 2026 Ricky Gunawan mengatakan sebanyak 318 peserta mengikuti kejuaraan tersebut, baik nomor tunggal maupun ganda, yang berasal dari 25 perkumpulan bulu tangkis anggota Pengurus Kota PBSI Jakarta Utara.

“Sebanyak 26 kelompok pertandingan dipertandingkan, mulai dari kategori pra-usia dini atau di bawah 9 tahun hingga kelompok taruna atau di bawah 19 tahun,” ungkap Ricky.

Pada klasemen akhir, Klub Havana keluar sebagai juara pertama dengan perolehan 6,5 medali emas, 6,5 perak, dan 2,5 perunggu.

Posisi kedua ditempati Klub Aditya Badminton dengan perolehan 4,5 medali emas, 2,5 perak, dan 4 perunggu. Sementara, Klub Podomoro berada di posisi ketiga dengan capaian 2,5 medali emas, 2 perunggu, dan tanpa medali perak.