NADIKABAR.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara terus memperkuat gerakan peduli lingkungan yang melibatkan peran aktif masyarakat mulai dari sekolah hingga pemukiman masyarakat dalam membangun budaya ramah lingkungan.

“Sebanyak 48 sekolah menerima penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Jakarta Utara Tahun 2026 dan 19 RW di Kelurahan Sunter Agung berhasil meraih Program Kampung Iklim (ProKlim) Pratama. Ini bukti program kami berjalan,” kata Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kota Jakarta Utara, Edy Mulyanto di Jakarta, Rabu

Ia mengatakan penghargaan Adiwiyata bukan sekadar apresiasi, tetapi menjadi pemantik bagi sekolah lainnya untuk membangun budaya ramah lingkungan sejak usia dini.

“Ke depan akan kami berikan tantangan kepada sekolah-sekolah yang belum Adiwiyata agar bisa memberikan contoh perilaku ramah lingkungan, seperti pengelolaan bank sampah, 3R, kantin sehat, tempat sampah terpilah dan berbagai kegiatan lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan gerakan sekolah ramah lingkungan terus berkembang. Setelah sebelumnya dilakukan deklarasi sekolah Adiwiyata, hampir 167 sekolah di Jakarta Utara kini telah bergerak menjadi sekolah yang peduli dan ramah terhadap lingkungan.

Menurut Edy, semangat tersebut sejalan dengan pengembangan Program Kampung Iklim. Tahun ini, RW 05 Kelurahan Sunter Agung didorong menuju ProKlim Lestari setelah sebelumnya RW 01 Sunter Jaya berhasil meraih ProKlim Lestari pada 2025.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup KLH, Lulu Agustina, mengapresiasi konsistensi Jakarta Utara dalam mengembangkan berbagai gerakan peduli lingkungan.

“Jakarta Utara itu luar biasa. Sejak 2024 sudah menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Di Sunter Agung ada 19 RW yang meraih ProKlim Pratama dan satu RW yang diarahkan menuju ProKlim Lestari,” ungkapnya.

Ia menekankan program Adiwiyata tidak berhenti pada pembelajaran teori tentang lingkungan. Lebih dari itu, program tersebut diharapkan mampu membentuk karakter dan kebiasaan peduli lingkungan pada anak sejak dini.

“Yang kami inginkan adalah adanya perubahan perilaku anak-anak. Apa yang dipelajari di sekolah dapat dibawa ke lingkungan rumah dan diterapkan bersama keluarga,” kata Lulu.

Ia mengajak seluruh pihak, khususnya sekolah, untuk terus melakukan evaluasi terhadap kondisi lingkungannya masing-masing.

KLH akan terus memberikan pendampingan untuk mewujudkan generasi yang peduli lingkungan sekaligus menjaga keberlanjutan kehidupan.

“Gerakan tersebut juga menjadi bagian penting dalam memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat,”ujarnya.