NADIKABAR.COM — Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyatakan optimistis okupansi perhotelan selama ajang MotoGP yang berlangsung 9-11 Oktober 2026 bisa di atas 90 persen, seiring meningkatnya tren kunjungan penonton dibanding pelaksanaan tahun lalu.
"Informasi dari Ketua Asosiasi Hotel Mataram akhir pekan lalu menyebutkan okupansi hotel sudah di atas 85 persen. Kami targetkan pada puncak MotoGP paling tidak bisa di atas 90 persen," kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram Cahya Samudra di Mataram, Kamis.
Dikatakan, walaupun Kota Mataram berada pada ring 3 dari pusat kegiatan di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, namun sebagai Ibu Kota Provinsi NTB, Mataram memiliki sejumlah daya tarik sendiri bagi wisatawan dan para penonton.
Kota Mataram memiliki sejumlah objek wisata antara wisata alam berupa pantai sepanjang 9 kilometer dengan pemandangan sunset yang indah, Kota Tua Ampenan, wisata religi, hingga wisata belanja yang berada di sejumlah sentra oleh-oleh.
Seperti di kawasan Sekarbela yang menjadi sentra kerajinan mutiara atau salah satu produk unggulan UMKM Kota Mataram, sebab setiap wisatawan datang ke Mataram pasti mencari oleh-oleh mutiara khas dari Kota Mataram.
Selain itu ada sentra kerajinan cukli yang merupakan kerajinan kayu yang dihias pecahan kerang mutiara dan menciptakan desain khas serta unik dari tangan pengrajin di kawasan Rungkang Jangkuk, Sayang-Sayang, Kota Mataram.
"Daya tarik lainnya yang tidak kalah menarik adalah Mataram sebagai sentra kuliner berbagai makanan khas lokal. Jadi setelah nonton MotoGP, wisatawan bisa menikmati aneka kuliner di Kota Mataram," katanya.
Bahkan untuk memfasilitasi wisatawan dan pengunjung, Dispar Kota Mataram telah menyiapkan banzar UMKM di Teras Udayana pada tanggal 9-10 Oktober 2026.
Para pelaku UMKM yang dilibatkan dalam bazar tersebut didominasi UMKM kuliner khas seperti Ayam Taliwang, Sate Rembiga, pelecing kangkung, sate pusut, dan kuliner jajan khas lainnya. Selain itu ada juga UMKM dari kriya dan garmen.
"Bazar UMKM itu sekaligus menjadi ajang promosi wisata kuliner di Kota Mataram, sehingga dapat membuang peluang pasar lebih luas," katanya.
Selain menyiapkan bazar UMKM, tambahnya, Dispar Kota Mataram juga menyiapkan hiburan musik langsung (live music) bagi para wisatawan dan penonton yang berkunjung atau menginap di Kota Mataram.