NADIKABAR.COM β Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah menyediakan 50 jenis komoditas pertanian dan bahan pangan segar di kegiatan pasar tani sebagai upaya mendekatkan pasar dengan konsumen.
"Langkah kami lakukan memperpendek rantai distribusi hasil pertanian, sehingga masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih kompetitif dan petani mendapatkan akses pasar secara langsung," kata Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhiddin saat meninjau pasar tani di Palu, Sabtu.
Ia mengemukakan bahan pangan yang dijual di pasar tani merupakan hasil produksi petani lokal yang sebagian besar merupakan produk hortikultura terdiri atas cabai rawit, cabai merah, bawang merah, tomat, sayur mayur dan produk hortikultura lainnya.
Dari kegiatan itu, kata dia, masyarakat antusias datang berbelanja. Salah satu komoditas yang paling diincar konsumen yakni cabai rawit.
"Tadi cabai disediakan petani kurang lebih 100 kilogram, hanya dalam waktu singkat habis dibeli masyarakat. Itu artinya pasar tani memberikan dampak positif terhadap data beli masyarakat terhadap bahan pangan," ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palu Lukman menjelaskan pasar tani kali ini juga memberikan ruang khusus bagi Program Kelurahan Menanam dengan membawa berbagai hasil budi daya masyarakat seperti sawi, bawang, cabai, tomat, dan berbagai hasil pertanian lainnya.
"Hasil program inisiatif Palu mandiri, adaptif, dan stabilitas pangan (Mapan) berkontribusi di pasar tani. Berbagai bahan pangan yang dijual kebanyakan dari petani atau kelompok tani yang ikut program Palu Mapan," ucapnya.
Ia menjelaskan menjelaskan konsep pasar tani dirancang untuk mempertemukan produsen secara langsung dengan konsumen.
Dengan pola tersebut distribusi produk pertanian dapat berlangsung lebih singkat dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
βMenghadirkan petani atau produsen dengan konsumen sebagai jembatan pasar. Di satu sisi konsumen memperoleh dengan harga relatif murah, di sisi lain petani mendapat keuntungan dari penjualan produk," tutur Lukman.
Ia menambahkan kegiatan pasar murah bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Kota Palu yang puncaknya dilaksanakan pada 27 September 2026.