Sejumlah inovasi dikembangkan untuk mendukung upaya tersebut, mulai dari sistem digital SIP AMAN hingga Mal Pelayanan Publik (MPP) Mini dan MPP Keliling. Melalui layanan tersebut, pemerintah kota berupaya mendekatkan pelayanan kepada warga sekaligus menyederhanakan proses administrasi.

"Kami ingin pelayanan pemerintah semakin mudah dijangkau. Digitalisasi harus terus diperkuat, begitu juga dengan pelayanan jemput bola melalui MPP Mini dan MPP Keliling. Prinsipnya, masyarakat dan pelaku usaha harus mendapatkan pelayanan yang baik tanpa membedakan latar belakang," jelasnya.

Menurut Agung, perbaikan pelayanan tidak cukup hanya diwujudkan melalui penghargaan. Pemerintah juga perlu memastikan masyarakat dan pelaku usaha benar-benar merasakan kemudahan dalam mengurus kebutuhan administrasi dan perizinan.

Upaya menciptakan iklim usaha yang kondusif tersebut berjalan beriringan dengan capaian investasi Pekanbaru. Pada semester I 2026, realisasi investasi tercatat mencapai Rp 7,35 triliun atau 156,02% dari target. Angka itu terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sekitar Rp 6,12 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sekitar Rp 1,24 triliun.