NADIKABAR.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru, Provinsi Riau, berhasil menjangkau 4.957 bayi dalam pelaksanaan Bulan Imunisasi Kejar 2026 atau melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat sebanyak 3.314 bayi setara terealisasi hingga 150 persen.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, di Pekanbaru, Selasa, mengatakan capaian tersebut menunjukkan upaya petugas kesehatan dalam menjangkau bayi yang belum mendapatkan imunisasi berjalan sesuai harapan.

Program yang berlangsung selama 1-31 Oktober 2026 itu menyasar bayi berusia 3 hingga 11 bulan yang belum pernah mendapatkan imunisasi dosis pertama vaksin DPT-HB-Hib-1.

"Alhamdulillah, capaian kita sudah lampaui target. Dari target yang ditetapkan pusat sebanyak 3.314 itu, ternyata kita berhasil mendapatkan lebih," kata Markarius.

Capaian ini, lanjutnya, menempatkan Pekanbaru pada posisi kedua tertinggi di antara kota/kabupaten di Provinsi Riau dalam pelaksanaan intervensi zero dose, setelah Kabupaten Kampar.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Sesdinkes) Kota Pekanbaru Deddy Sambudi menjelaskan pemberian imunisasi selama program tersebut tidak hanya difokuskan pada vaksin DPT-HB-Hib dosis pertama.

Petugas kesehatan juga memberikan imunisasi MR dosis kedua, IPV dosis pertama, serta PCV dosis kedua kepada anak-anak sesuai dengan sasaran dan kebutuhan imunisasinya.

Menurutnya, upaya menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi akan terus dilanjutkan, meskipun pelaksanaan Bulan Imunisasi Kejar telah berakhir. Petugas kesehatan bakal melakukan penyisiran untuk menemukan anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi.

Langkah ini dilakukan agar tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh perlindungan melalui program imunisasi. "Kami berharap semakin banyak anak mendapatkan perlindungan dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi," ucapnya.

Pihaknya juga mengimbau para orang tua agar proaktif membawa anak mereka ke posyandu maupun pusat kesehatan masyarakat untuk melengkapi imunisasi sesuai jadwal sebagai upaya perlindungan kesehatan anak.