NADIKABAR.COM — Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) menyiapkan operasi pasar untuk mengendalikan harga pangan setelah inflasi daerah itu mencapai 2,78 persen dampak kemarau panjang pada 2026.

"Kita dapat informasi adanya kenaikan cabai, nanti kita lakukan operasi pasar," kata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Jumat.

Ia mengatakan cabai menjadi salah satu komoditas pangan yang perlu mendapat perhatian karena kenaikan harganya dapat memberikan tekanan terhadap inflasi dan daya beli masyarakat.

"Artinya sudah berada di ambang batas. Jadi kita akan kendalikan lagi," kata dia.