"Kita ingin jangan sampai anak keturunan kita tidak bisa membuatnya, yang hanya tahu melihatnya saja. Nanti kalau perajin yang sekarang sudah tidak aktif kita jangan sampai kebingungan," ujarnya.
Ia mengatakan pelatihan tersebut juga berpotensi meningkatkan kegiatan ekonomi kreatif, khususnya melalui pengembangan usaha kerajinan berbasis identitas budaya Betawi.
Arifin berharap hasil pelatihan dapat dikembangkan bersama Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) agar produk kerajinan memiliki nilai ekonomi dan menjadi sumber penghasilan bagi para wirausaha.
Ia juga berharap lokasi pelatihan dapat berkembang menjadi sentra pembuatan ondel-ondel di Jakarta sekaligus menjadi tempat pembelajaran bagi masyarakat di wilayah lain.