"Dari proses penilaian dilanjutkan melalui verifikasi lapangan. Nah, verifikasi lapangan ini langsung dilakukan oleh tim juri dari perangkat daerah pemerintah kota, akademisi, media, dan praktisi," tutur Irvan.
"Semua pilar tetap saling mempengaruhi, tapi penilaian yang terbesar nanti berasal dari pilar lingkungan dan pilar ekonomi," tambahnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya Eddy Christijanto memandang program kompetisi ini berakar dari kultur asli warganya.
"Sebenarnya kehidupan masyarakat di Surabaya itu nilai-nilai Pancasila sudah membumi. Ini bagaimana kita ingin bangkitkan kembali dalam bentuk semacam sistem sehingga masyarakat bisa melihat nilai-nilai Pancasila di Surabaya itu penerapannya seperti ini, yang penting kita ingin program itu semuanya dampaknya ke masyarakat, maju bareng, sejahtera bareng, sehat bareng," ujar Eddy.
Pemkot Surabaya menyiapkan anggaran hadiah khusus bagi 35 RW terbaik berdasarkan jumlah klasifikasi rukun tetangganya. "Jadi dari 200 besar itu nanti diambil 35 besar. Nah, 35 besar itu nanti klasifikasinya RW itu ada yang jumlah RT-nya 7 atau lebih, ada yang RW jumlah RT-nya kurang dari 7," jelas Eddy.
"Jadi dari 200 RW tersisa 35 RW. Nah, kalau sudah masuk 200 besar masing-masing (165 RW) akan dapat bantuan Rp 10 juta," tambahnya.
Agenda Lomba Kampung Pancasila 2026 ini dijadwalkan bakal ditutup secara meriah melalui malam penganugerahan pada 11 atau 12 Desember mendatang.
"Program Kampung Pancasila insyaallah akan terus berlanjut siapapun wali kotanya, siapapun pejabatnya. Karena ini demi kebaikan seluruh warga Surabaya," pungkasnya.(ADV)