Sementara itu, Kepala Seksi Jalur Hijau dan Pemakaman Sudin Tamhut Kota Kota Jakarta Utara, Duani Harrie Sibuea menjelaskan penataan kawasan seluas sekitar 4.700 meter persegi mencakup taman vertikal, penambahan dan penataan vegetasi, pedestrian, bangku taman, hingga pemasangan pencahayaan.

Menurut dia kombinasi berbagai elemen tersebut dirancang untuk mengubah fungsi kawasan yang sebelumnya kurang tertata menjadi ruang yang lebih menarik dan memiliki kualitas lingkungan lebih baik.

β€œKonsep penataan mencakup pembangunan taman vertikal, penambahan dan penataan vegetasi, pedestrian, bangku taman, serta pencahayaan. Dengan begitu, kawasan yang sebelumnya gelap dapat menjadi lebih hijau, terang, dan nyaman,” jelasnya.

Ia mengungkapkan pengerjaan telah dimulai sejak September 2026 melalui pihak ketiga, PT Sekar Hati Jaya Maju, dengan target penyelesaian pada Desember 2026 dan sudah dapat dimanfaatkan di awal 2027.

Selain di kolong Tol Plumpang, Sudin Tamhut Kota Kota Administrasi Jakarta Utara juga terus memperluas upaya penghijauan di sejumlah titik lainnya. Salah satunya melalui penanaman pohon tabebuya di Jalan Enggano yang diharapkan dapat menambah tutupan vegetasi sekaligus mempercantik lanskap perkotaan.