Dia menyebutkan penataan itu melibatkan 400 personel dari berbagai unsur pemerintah kota, termasuk perangkat kewilayahan, serta masyarakat setempat.

Pemerintah juga berupaya membangun kesadaran bersama agar masyarakat ikut aktif menjaga kawasan Setu Babakan sebagai destinasi wisata, sarana edukasi, dan tempat pelestarian kebudayaan Betawi.

Firmanuddin pun berharap penataan tersebut dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus memperkuat identitas Setu Babakan sebagai kawasan wisata budaya Betawi di Jakarta Selatan.