"Yang paling utama adalah keselamatan rakyat. Kita tidak ingin ada lagi masyarakat yang terluka, apalagi kehilangan nyawa. Saya berharap seluruh pihak dapat menahan diri, mengedepankan dialog, dan tidak membiarkan persoalan ini berkembang menjadi konflik yang lebih besar," tuturnya.
Fadhlullah berkata polemik mengenai pengibaran bendera hendaknya diselesaikan secara bermartabat dan tanpa mengorbankan nyawa warga.
"Jangan sampai perbedaan pandangan justru mengorbankan nyawa dan merusak persaudaraan di antara sesama masyarakat Aceh," pungkasnya.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Donny Pramono membenarkan insiden ini. Donny bilang sebelum melakukan penertiban aparat TNI dan Polri telah mengedepankan langkah persuasif melalui komunikasi dan mediasi dengan panitia penyelenggara agar bendera tersebut tidak dikibarkan.
"Namun, upaya tersebut belum mencapai kesepakatan karena panitia tetap bersikeras mempertahankannya," ujar dia dalam keterangan resmi, Kamis (5/11).
TNI AD juga disebut telah melakukan langkah antisipasi terhadap rencana kegiatan Syiar Aceh Merdeka di wilayah Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.