Ia menjelaskan bahwa kebutuhan peningkatan kapasitas kereta api di Banten sudah sangat mendesak. Berdasarkan data, jumlah penumpang KRL lintas Tanah Abang-Rangkasbitung mencapai 77,5 juta orang pada 2025 dan diproyeksikan melonjak hingga 85 juta orang pada 2026, dengan tingkat keterisian jam sibuk mencapai 161 persen.
Proyek elektrifikasi jalur Rangkasbitung–Merak ini diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp1,29 triliun. Melalui pengembangan tersebut, kapasitas layanan harian diproyeksikan melonjak signifikan dari 9.900 menjadi 18.000 penumpang.
"Pengembangan infrastruktur rel ini rencananya dilakukan secara bertahap, dimulai dari lintas Rangkasbitung–Serang, sebelum diteruskan menuju Cilegon hingga Pelabuhan Merak," katanya.