Kemudian, Chico mengatakan pihanya juga memberi bantuan sosial langsung kepada masyarakat. Termasuk, kata dia, akses layanan kesehatan hingga program perumahan seperti rusun.
"Ketika kebutuhan dasar pendidikan, kesehatan, dan tempat tinggal lebih terjangkau, daya beli rumah tangga menjadi lebih stabil dan peluang untuk naik kelas menjadi lebih terbuka," ujar dia.
Lebih lanjut, Chico menyebut Pemprov DKI Jakarta juga mempertimbangkan indikator ketenagakerjaan. Dia membeberkan perhatian terhadap ketenagakerjaan juga membantu menurunkan angka kemiskinan.
"Tingkat Pengangguran Terbuka tercatat 5,79 persen pada Mei 2026, sementara Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja naik menjadi 66,05 persen. Program Mobile Training Unit (MTU) yang bekerja sama dengan sekitar 214 perusahaan turut berperan dalam meningkatkan keterampilan warga-mulai dari tata rias, menjahit, hingga bahasa asing-sehingga lebih siap memasuki dunia kerja atau berwirausaha," jelas dia.
Meski demikian, Chico memahami capaian ini bukan berarti tugas Pemprov DKI Jakarta sudah selesai. Dia menekankan masih terjadi ketimpangan di Jakarta.