Selain tujuh sekolah tersebut, terdapat satu lokasi tambahan sekolah di Kebayoran Lama yang mengalami kerusakan berat, bahkan bangunannya roboh, sehingga total penanganan menjadi delapan lokasi.
"Sebetulnya, kan, direncanakan tahun ini 22, tapi ada efisiensi, sehingga rencana cuman tujuh," ujar Rano.
Dia menyebutkan penyesuaian itu membuat sejumlah sekolah terpaksa menunggu giliran untuk direvitalisasi, dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Rano menegaskan pembaruan infrastruktur pendidikan penting untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan fasilitas pendidikan, terutama bagi sekolah yang bangunannya sudah berusia puluhan tahun.