Meski ada enam PLTU yang akan dikonversi, Samsudin menegaskan program tersebut hanya menyasar pembangkit listrik berkapasitas kecil. Pembangkit berskala besar seperti PLTU Jeranjang di Lombok Barat tidak masuk dalam skema konversi.

"Yang dirubah ini PLTU kecil, bukan PLTU besar seperti Jeranjang. Saat ini seluruh tahapannya masih dalam proses pengkajian teknis," jelasnya.

Samsudin mengatakan konversi tersebut dilakukan untuk memperkuat posisi NTB sebagai destinasi wisata hijau yang berkelanjutan. Penggunaan energi fosil dinilai berisiko merusak lingkungan dalam jangka panjang, sedangkan tenaga surya dinilai lebih ramah lingkungan.

Untuk merealisasikan proyek tersebut, Pemprov NTB mendorong PLN menggandeng investor melalui skema Independent Power Producer (IPP).