"Tidak hanya masyarakat yang memang sudah well-educated terkait dengan manfaat pengelolaan sampah, tetapi bagaimana masyarakat lain yang memproduksi sampah itu sendiri juga mempunyai andil untuk melakukan gerakan olah pilah sampah," terangnya.
Salah satu hal yang ia sorot adalah adanya partisipasi peserta dari latar belakang pelajar. Menurutnya, kehadiran peserta ini menunjukkan adanya penggerak belia yang dapat mendorong berkembangnya gerakan pilah olah sampah di tingkat keluarga.
"Gerakan pilah olah sampah ini menjadi satu budaya yang tidak hanya menjadi kewajiban tapi sudah menjadi kesadaran individu, mulai dari pelajar, balita yang masih prasekolah, untuk juga teredukasi bahwa ini merupakan kesadaran gerakan bersama," ungkap Iwan.
Kehadiran peserta lintas generasi juga disorot oleh Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Purwanti Suryandari.
"Kalau kita melihat yang kemarin itu tidak hanya dilakukan oleh aktivis-aktivis aja tapi kemarin saya lihat ada siswa, pelajar. Kan berarti dia sudah luar biasa, mereka sudah tergerak," ujar Purwanti, Jumat (30/10).