NADIKABAR.COM β€” Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka peluang bagi peserta program beasiswa pendidikan luar negeri mulai 2027 dengan skema seperti LPDP (LPDP Jakarta) ke universitas di Korea Selatan, termasuk Seoul.

β€œKami akan dengan senang hati menjajaki peluang untuk menghubungkan program ini dengan universitas-universitas terkemuka di Seoul,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno saat bertemu dengan Wakil Wali Kota Seoul, Korea Selatan, Jeong Sang-hun di Seoul, Selasa (6/10).

Di antara berbagai pembahasan, pendidikan menjadi topik penting dalam pertemuan kedua wakil kepala daerah tersebut.

Rano dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu, mengatakan, kesempatan belajar di Korea Selatan bukan semata-mata untuk memperoleh gelar akademik. Mahasiswa Jakarta diharapkan dapat merasakan langsung kehidupan di negara yang mengembangkan kekuatan di bidang teknologi, industri kreatif, inovasi, dan kebudayaan.

Dengan demikian, hubungan "sister city" Jakarta–Seoul tidak hanya berlangsung di lingkungan pemerintahan, tetapi juga di kampus, antara mahasiswa, peneliti, komunitas kreatif, seniman, pelaku usaha, dan generasi muda kedua kota.

Jakarta dan Seoul telah menjalin hubungan sebagai "sister city" selama lebih dari empat dekade. Jakarta merupakan salah satu dari 25 "sister cities" Seoul sekaligus salah satu mitra penting Seoul di Asia Tenggara.

Selain pendidikan, Rano dan Wakil Wali Kota Seoul juga membahas tentang kebudayaan dan ekonomi kreatif. Rano yang memiliki latar belakang panjang di dunia perfilman dan kebudayaan, melihat keberhasilan Korea Selatan membawa musik, film, drama, fesyen, kuliner, dan berbagai produk kreatif ke pasar global sebagai pengalaman yang penting untuk dipelajari Jakarta.

Menurut dia, hal yang perlu dipahami bukan hanya produk akhirnya, tetapi juga ekosistem yang menopangnya.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengalaman Seoul mengembangkan Seongsu-dong sebagai kawasan kreatif perkotaan. Jakarta melihat model tersebut sebagai referensi dalam membangun ruang yang mempertemukan komunitas, pelaku industri kreatif, anak muda, seniman, pelaku usaha, dan kehidupan kota.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Metropolitan Seoul juga menunjukkan bagaimana ruang kota dapat dimanfaatkan secara optimal sepanjang hari, termasuk pada malam hari. Berbagai kegiatan budaya, kuliner, dan kreativitas di taman serta ruang publik dirancang untuk menghadirkan rasa aman dan nyaman sekaligus meningkatkan daya tarik kota.