Menurut dia, film, musik, drama, kuliner, fesyen, dan berbagai produk budaya Korea menunjukkan kebudayaan tidak hanya berfungsi sebagai warisan yang dijaga, tetapi juga dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi dan instrumen diplomasi. βKita melihat bagaimana Korea Selatan mampu membawa kebudayaannya menembus batas-batas negara. Yang menarik untuk kita pelajari bukan sekadar hasil akhirnya, tetapi strategi di belakangnya. Bagaimana budaya diberi ruang, kreator diperkuat, industri dibangun, dan semuanya, kemudian diperkenalkan kepada dunia,β tutur Rano.Dia menambahkan Jakarta memiliki modal budaya yang tidak kalah besar. Sebagai kota yang sejak lama menjadi ruang perjumpaan berbagai etnis, tradisi, dan kebudayaan, Jakarta memiliki kekayaan yang dapat menjadi bagian dari identitasnya sebagai kota global.Oleh sebab itu, sambung dia, pembangunan Jakarta sebagai kota global tidak harus berarti meninggalkan akar budayanya. Sebaliknya, kekayaan budaya tersebut dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus kekuatan untuk memperkenalkan Jakarta kepada dunia.
Festival Indonesia 2026 merupakan ruang untuk mempertemukan masyarakat Indonesia dan Korea Selatan sekaligus memperkuat diplomasi budaya.
βFestival Indonesia bukan sekadar perayaan budaya. Ini adalah ruang perjumpaan. Melalui seni, kuliner, kreativitas, dan budaya, masyarakat Indonesia dan Korea Selatan bisa semakin saling mengenal, berbagi inspirasi, dan membangun persahabatan yang lebih kuat,β ungkap Rano.