"Dinas Kesehatan berkoordinasi dan bekerja sama dengan banyak pihak, termasuk dengan RT, RW, camat, lurah untuk mengajak masyarakat yang ada penderita TBC di rumahnya untuk mau menerima pengobatan TPT atau terapi pencegahan TBC," ungkapnya.

Menurut Ika, penguatan pelacakan kasus yang terintegrasi dengan program CKG dalam beberapa bulan terakhir turut mendorong peningkatan capaian penemuan kasus, investigasi kontak, serta pemberian terapi pencegahan TBC. Pihaknya menargetkan seluruh sasaran program penanganan TBC dari pemerintah pusat dapat tercapai hingga Desember 2026

"Yang mungkin harus dikejar adalah pencegahannya. Pencegahannya itu dilakukan dengan memberikan terapi pencegahan terhadap keluarga atau kontak serumah dari penderita TBC," imbuhnya.