Berdasarkan paparan BMKG, hujan berintensitas tinggi berpotensi terjadi dalam durasi yang lebih singkat. Jika kapasitas sungai dan saluran drainase tak mampu menampung debit air, risiko genangan akan meningkat.
"Sekarang ini sampai dengan bulan Desember, Pemerintah DKI Jakarta akan terus melakukan normalisasi sungai-sungai yang ada, apakah itu Ciliwung, Angke, Krukut, Cakung Lama, dan sebagainya akan kita kebut untuk mudah-mudahan begitu bulan Januari mulai curah hujan tinggi dan kemudian Februari puncaknya," tambah Pramono.
Secara khusus Pramono menyampaikan bahwa berdasarkan paparan prakiraan cuaca, wilayah Jakarta Barat berpotensi menghadapi curah hujan tinggi. Penanganan infrastruktur di wilayah tersebut terus digenjot, termasuk pembenahan Kali Angke dan Cengkareng Drain guna menambah kapasitas pengendalian banjir.
Selain infrastruktur, kesiapsiagaan personel dan kecepatan respons turut menjadi perhatian dalam rapat. Gubernur meminta koordinasi antara BMKG, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk diperkuat, terutama dalam pemantauan cuaca, antisipasi genangan, dan penanganan kondisi darurat.