NADIKABAR.COM — Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta menyiapkan generasi muda sebagai penggerak literasi digital melalui Program Duta Antihoaks Jakarta 2026.
Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta Marulina Dewi mengatakan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) membuat hoaks semakin sulit dikenali, karena dapat berupa manipulasi foto, video, suara, deepfake, hingga konten generatif.
"Di era AI, tantangan kita bukan lagi sekadar membedakan informasi benar dan salah. Foto, suara, bahkan video, dapat direkayasa dengan sangat meyakinkan," kata Marulina dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.
Marulina mengatakan program tersebut tidak sekadar mencari figur untuk menjadi Duta Antihoaks, tetapi anak muda yang mampu menerjemahkan pengetahuan tentang literasi digital menjadi gerakan di masyarakat.