Menurut Dedi, kawasan pembangunan tersebut juga direncanakan terintegrasi dengan kawasan Desa Kampung Budaya Sunda, sehingga tidak hanya menjadi kawasan hunian, tetapi juga memiliki nilai budaya dan potensi pengembangan sosial serta ekonomi masyarakat.
"Pembangunan 21 rumah tersebut akan dilaksanakan secara bergotong royong dengan melibatkan gabungan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui program Poe Ibu," kata Dedi.
Dedi menegaskan bahwa, kolaborasi lintas perangkat daerah ini menjadi cerminan semangat silih asah, silih asih, dan silih asuh, sekaligus memperkuat budaya gotong royong sebagai nilai luhur masyarakat Jawa Barat.