NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Barat meluncurkan terobosan pendidikan anyar bertajuk Program Jabar Sakola (PJS) yang menggratiskan biaya SPP sekolah swasta hingga membiayai kebutuhan personal siswa kurang mampu guna menekan angka putus sekolah di daerah itu.

Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar Mohammad Ibrahim menjelaskan, Program Jabar Sakola dirancang presisi dengan memadankan data penerima langsung terhadap Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar tepat sasaran dan menghindari duplikasi program pusat seperti PIP atau PKH.

"Harapan kami, melalui kesempatan ini kita semua dapat memahami dan melaksanakan program kebijakan Gubernur ini dengan sebaik-baiknya. Sehingga, bantuan pendidikan benar-benar dirasakan oleh siswa yang membutuhkan," ujar Mohammad Ibrahim di Bandung, Kamis.

Kepala Bidang PSMA Disdik Jabar Ai Nurhasan menambahkan, pihak Kantor Cabang Dinas (KCD) di 13 wilayah Jawa Barat diinstruksikan turun langsung ke lapangan guna melakukan verifikasi faktual penerima manfaat.

"Rekan-rekan di cabang dinas akan turun langsung memverifikasi data. Ini untuk memastikan bahwa program bantuan tersebut disalurkan secara tepat kepada warga Jawa Barat yang benar-benar berhak menerimanya," kata Ai Nurhasan.

Berdasarkan keterangan Disdik Jabar, Program Jabar Sakola untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB ini mencakup empat skema bantuan strategis:

1. PJS Personal: Bantuan pemenuhan kebutuhan pribadi (seragam, buku, ongkos transportasi) bagi siswa keluarga rentan (Desil 1) non-PKH/PIP untuk mencegah putus sekolah.

2. PJS Operasional: Bantuan pembebasan/keringanan SPP per tahun bagi siswa kelas 11 dan 12 SMA/SMK swasta kategori Desil 1 dan 2, serta seluruh siswa SLB swasta tanpa batasan desil ekonomi.

3. PJS Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK): Bantuan Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) dan subsidi SPP bulanan bagi siswa SMA/SMK swasta mitra Pemprov Jabar sejak SPMB.

4. PJS Mitra Industri: Beasiswa pendidikan penuh selama tiga tahun di SMK Mitra Industri Bekasi hingga siap diserap pasar kerja.

Lewat penguatan empat skema ini, Pemprov Jabar tambah Ai, memastikan tidak ada lagi anak-anak di Jawa Barat yang terpaksa berhenti sekolah akibat terkendala biaya.

Diketahui, transformasi program beasiswa pendidikan tersebut telah melalui tahap sosialisasi yang dilakukan di Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar Kota Bandung, Kamis (1/10), dengan melibatkan seluruh perwakilan Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah I-XIII.