Dampak tersebut turut dirasakan mahasiswa asal NTT yang tengah menempuh pendidikan di Jateng, seperti kiriman uang dari keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup, termasuk membayar indekos, menjadi terhambat.

"Mereka banyak yang terimbas dari gempa. Otomatis, pendapatan keluarganya ada yang menurun, bahkan ada yang tidak bekerja. Pak Gubernur merespons keinginan mahasiswa itu untuk dibantu biaya kos selama tiga bulan," katanya.

Untuk merealisasikan bantuan tersebut, Pemprov Jateng menggandeng Baznas Jateng dan Bank Jateng.

Ia menyebutkan total bantuan yang disalurkan mencapai Rp374.247.000, terdiri atas bantuan dari Bank Jateng sebesar Rp348.402.000 dan Baznas Jateng sebesar Rp25.845.000.