Karena itu ia berpesan kepada para pimpinan dan pengurus LazisMu agar memperhatikan kebermanfaatan program secara detail, termasuk memastikan dana yang disalurkan mampu berkembang dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Ia juga mengapresiasi berbagai program LazisMu yang mampu menjawab persoalan sosial masyarakat, salah satunya program Muhammadiyah Water Care di Kabupaten Sragen yang membantu mengatasi kekeringan melalui penyediaan air siap minum.

Program tersebut dinilainya dapat menjadi contoh kolaborasi antara lembaga zakat dan pemerintah dalam menangani persoalan mendasar masyarakat.

Pemprov Jateng juga mengembangkan Program Sak Omah Sak Sumur Resapan (Sopan) bersama Baznas untuk memperkuat ketahanan air melalui pembangunan sumur resapan, salah satunya diterapkan di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.

Ia mengatakan wilayah yang sebelumnya rutin mengalami kekurangan air hingga membutuhkan distribusi saat musim kemarau kini mampu bertahan tanpa bantuan distribusi air.