NADIKABAR.COM — Ia mengatakan pembentukan kawasan industri halal tersebut saat ini masih dibahas bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), serta para pegiat ekonomi syariah. Menurutnya, pembahasan bersama berbagai pihak diperlukan agar kawasan tersebut nantinya mampu menarik industri dari luar Jawa Tengah.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini juga menekankan pentingnya memperkuat ekosistem ekonomi syariah, termasuk dari sisi pariwisata dan kuliner. Jawa Tengah, kata dia, telah merasakan apresiasi wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara, terhadap layanan yang ramah bagi wisatawan muslim.

Apalagi, Taj Yasin menambahkan, penguatan ekonomi syariah tersebut juga akan menjadi bagian dari arah pembangunan Jateng pada 2027. Oleh karena itu, ekonomi syariah dan pariwisata ramah muslim yang berkelanjutan menjadi salah satu tema yang akan dikembangkan.