NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menargetkan angka kemiskinan di wilayah tersebut turun menjadi 8,70 persen pada akhir 2026, dari saat ini sebesar 9,21 persen berdasarkan data BPS per Maret 2026.
"Target kami ada di angka 8,70 persen pada akhir tahun ini. Semoga ini bisa tercapai," kata Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin Maimoen di Semarang, Rabu, saat pembukaan Pembekalan dan Pentasharufan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jateng Tahap III Tahun 2026.
Ia menjelaskan salah satu upaya untuk menurunkan kemiskinan adalah dengan terus mengurangi ketimpangan antara jumlah kebutuhan rumah dengan ketersediaan hunian yang layak bagi masyarakat (backlog perumahan) di wilayahnya.
Berdasarkan data, hingga semester II tahun 2026 backlog perumahan di Jateng tercatat sekitar 990.000 unit atau menurun dibandingkan kondisi pada 2025 yang mencapai 1.332.968 unit.