NADIKABAR.COM — Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat membuka acara Pembekalan dan Pentasharufan Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah Tahap III Tahun 2026 di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu, (23/9).

"Target kita ada di angka 8,70% di akhir tahun ini. Semoga ini bisa tercapai," kata Taj Yasin saat mewakili Gubernur Tengah Ahmad Luthfi seperti dalam keterangan tertulis, Rabu (23/9/2026).

Ia menjelaskan salah satu upaya untuk menurunkan kemiskinan adalah dengan terus mengurangi ketimpangan antara jumlah kebutuhan rumah dengan ketersediaan hunian yang layak bagi masyarakat (backlog perumahan) di wilayahnya.

Berdasarkan data hingga semester II tahun 2026, backlog perumahan di Jateng tercatat sekitar 990.000 unit. Angka ini menurun dibandingkan kondisi pada 2025 yang mencapai 1.332.968 unit. Pada 2025 pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/kota, Baznas, perusahaan-perusahaan melakukan perbaikan sebanyak ratusan ribu unit RTLH di Jateng.

Taj Yasin mengatakan sinergi dengan Baznas turut membantu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menangani backlog perumahan, sekaligus meningkatkan kualitas hunian masyarakat.