“Potensi Jawa Timur tersebar di seluruh penjuru. Tidak semuanya crowded. Kesempatannya ada, dan ini menciptakan peluang investasi,” ujarnya.
Ia menegaskan penguatan ekosistem tersebut menjadi bagian dari visi Gerbang Baru Nusantara yang diarahkan agar Jatim tidak hanya menjadi pintu masuk investasi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.
“Gerbang Baru Nusantara menjadi strategi perwujudan menjadi orkestrator nilai tambah Indonesia. Kita harus bangun value added, menjadi lebih kompetitif,” ujarnya.
Emil mengajak seluruh instansi dan pemangku kepentingan sektor perekonomian menjaga optimisme serta memperkuat kolaborasi untuk mewujudkan pembangunan Jatim yang unggul, maju dan berkelanjutan.
“Semangat kita Jer Basuki Mawa Beya. Kita kerjakan semuanya dengan keras, dengan optimisme, bagaikan simfoni orkestra. Jadi harus sama-sama optimis di seluruh instansi yang bergerak pada perekonomian,” katanya.