Untuk mengatasi kendala tersebut, Gubernur Zainal mendorong optimalisasi fasilitas pelayanan skala lokal, kerja sama dengan kantin sekolah, serta pemanfaatan bahan pangan dari petani dan peternak setempat.

Pola ini diharapkan dapat menjaga kualitas makanan bagi penerima manfaat, sekaligus membuka peluang keterlibatan masyarakat lokal dalam rantai pasok program.

Pemprov Kaltara bersama instansi terkait, lanjut dia, berkomitmen membantu mencari solusi atas kendala penyediaan pakan ternak yang dihadapi kelompok peternak lokal. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan Program MBG.

Selain penyesuaian distribusi, Gubernur Kaltara juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

β€œSetiap unit maksimal melayani 3.000 penerima manfaat untuk menjaga kelancaran operasional dan mencegah penumpukan,” ujarnya.