Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan data transaksi dagang kedua wilayah.
Nilai perdagangan antara Jatim dan Kaltim tercatat mencapai Rp20,18 triliun. Angka tersebut terdiri atas penjualan produk Jatim ke Kaltim sebesar Rp2,84 triliun, sedangkan pembelian produk Kaltim oleh Jatim mencapai Rp17,35 triliun.
"Jadi dalam neraca perdagangan antara Jawa Timur dengan Kalimantan Timur ini, kami di Jatim mengalami defisit yang cukup besar, yaitu Rp14,51 triliun," kata Khofifah.
Meskipun mencatatkan defisit, Khofifah menegaskan bahwa misi dagang antardaerah harus tetap digalakkan. Fasilitasi serta aksesibilitas bagi para pelaku usaha harus terus dibangun demi keberlanjutan ekonomi lintas provinsi.
"Sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Pak Gubernur Kaltim, tampaknya kita perlu membentuk konsorsium. Terkait porsi yang akan dikonsorsiumkan atau bagian yang bisa ditangani oleh Bank Jatim bersama bank-bank Himbara maupun bank swasta lainnya di Kaltim, saya silakan jajaran direksi untuk menindaklanjutinya," tutur Khofifah.