Langkah rehabilitasi berikutnya terkait rekonstruksi komprehensif bangunan adat yang terdampak. Menurut Iqbal, proses rekonstruksi kawasan tidak perlu dilakukan secara tergesa-gesa jika kegiatan ekonomi warga berjalan dengan kehadiran museum tersebut.
"Rekonstruksi ini sangat komprehensif dan akan kita jadikan sebagai laboratorium rekonstruksi bangunan adat. Karena yang dikerjakan adalah bangunan sejarah dan budaya, prosesnya tidak perlu terburu-buru," kata Iqbal.
Iqbal mengatakan desain penataan Desa Adat Sade dirancang mendekati bentuk aslinya tanpa mengabaikan faktor keamanan dan kenyamanan. Pemprov NTB juga akan menyematkan infrastruktur modern seperti sistem sprinkler pemadam kebakaran, drainase, hingga fasilitas sanitasi yang memadai.
"Semuanya dibuat sebaik mungkin dengan tetap menjaga keautentikan bentuk aslinya, meniru tata kelola pelestarian kawasan bersejarah di negara-negara barat. Pemprov NTB, Pemkab Lombok Tengah, dan masyarakat Sade akan bergotong royong menyelesaikan proses ini," pungkasnya.