NADIKABAR.COM β€” Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah memulai pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 20 Tadulako Nambaso di Jalan Soekarno Hatta, Kota Palu, sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

β€œNambaso itu artinya Anak Miskin Bisa Sekolah. Itu singkatan dari Nambaso. Nambaso itu lahir dari sebuah cita-cita saya dengan Ibu Reni, anak miskin bisa sekolah di Sulawesi Tengah ini,” kata Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid saat kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 20 Tadulako Nambaso di Palu, Minggu.

Ia mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh pendidikan tanpa terkendala keterbatasan ekonomi orang tua.

Kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bentuk keselarasan program pemerintah daerah dengan program pemerintah pusat dalam memperluas pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia dan juga pengentasan kemiskinan.

"Saya sangat mengapresiasi sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih kita semua masyarakat Sulawesi Tengah kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang begitu besar perhatiannya untuk membantu kita di daerah dalam rangka pengentasan kemiskinan," ujarnya.

Menurut dia, pembangunan Sekolah Rakyat juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Ia menegaskan pendidikan harus dapat diakses seluruh anak tanpa membedakan latar belakang sosial maupun kemampuan ekonomi orang tua.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 20 Tadulako Nambaso dirancang untuk menampung siswa jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) dengan kapasitas mencapai 1.000 sampai 2.500 siswa.

Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 20 Tadulako Nambaso telah menampung 192 siswa, terdiri atas 75 siswa SMP dan 117 siswa SMA.

Kegiatan belajar dan pengasuhan masih berlangsung di gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Sulawesi Tengah.

Gubernur berharap kehadiran sekolah tersebut dapat melahirkan generasi muda yang memiliki kecerdasan ilmu pengetahuan, akhlak mulia, serta berkarakter.

β€œSaya yakin dan percaya bahwa anak-anak Sekolah Rakyat memiliki tiga karakter utama, yakni cerdas ilmunya, mulia akhlaknya, dan yang ketiga, kuat pendiriannya,” ujarnya.

Ia mengatakan pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga pembentukan karakter.

Ia berharap para siswa dapat memanfaatkan fasilitas pendidikan tersebut dengan belajar sungguh-sungguh sehingga mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi unggulan.