NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan uji coba teknologi dry ice atau es kering untuk mengatasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di Kota Palembang dan sekitarnya. Sebanyak 1,5 ton karbon dioksida padat diuji coba.
Jumat (16/10/2026), langkah ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Presiden Republik Indonesia guna mempercepat penanganan kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumsel.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Dudung Abdurachman, didampingi Gubernur Sumsel Herman Deru, menyampaikan hal tersebut saat meninjau persiapan operasi dry ice di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Rabu (14/10).
Gubernur Herman Deru mengatakan, persiapan uji coba terus dimatangkan, termasuk kesiapan pesawat dan bahan yang akan digunakan. Sebagian bahan dry ice telah tiba di Palembang, sedangkan sisanya masih dalam perjalanan dari Lampung.
"Rencananya besok (Kamis) siang dilakukan penebaran dry ice. Pesawatnya sudah siap, sebagian bahan sudah berada di sini (Palembang) dan sebagian lainnya masih dalam perjalanan dari Lampung," ujar Herman Deru.
Teknologi ini akan diuji untuk melihat potensinya dalam membantu mengurangi dampak kabut asap dan memperbaiki kualitas udara. Pada tahap awal, penebaran sekitar 1,5 ton dry ice direncanakan berfokus di sekitar Kota Palembang dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer dan sebaran asap.
"Ini uji coba di Indonesia dan baru di Sumatera Selatan. InsyaAllah, kalau berhasil, akan kita kembangkan ke daerah-daerah lain yang menjadi sentra asap," katanya.