"Insyaallah seluruh pekerjaan fisik di lapangan bisa kita selesaikan pada pertengahan November ini," ujarnya.

Adapun bidang infrastruktur memperoleh alokasi terbesar, yakni Rp93,35 miliar, dengan realisasi Rp45,64 miliar atau 48,90 persen. Kegiatannya meliputi rehabilitasi jalan, pembangunan jembatan, perbaikan irigasi, penyediaan air minum, jalan lingkungan, dan drainase untuk mendukung mobilitas serta kebutuhan dasar warga.

Pemulihan pertanian juga menunjukkan perkembangan positif. Dari alokasi Rp2,51 miliar, realisasi keuangannya mencapai Rp2,40 miliar atau 95,34 persen. Anggaran tersebut antara lain mendukung rehabilitasi jaringan irigasi usaha tani dan jalan usaha tani agar kegiatan produksi serta pengangkutan hasil pertanian kembali lancar.

Pada bidang pendidikan, tambahan TKD digunakan untuk rehabilitasi sekolah, pengadaan mebel, serta sarana dan prasarana pembelajaran. Sementara itu, dukungan kesehatan mencakup pemeliharaan fasilitas, pelayanan kesehatan, obat-obatan, dan alat penunjang medis.