"Jadi kita tampilan paling banyak yaitu kerang, gigi ikan hiu, keong. Yang belum pernah disajikan, ini supaya menambah menarik para pengunjung ke museum," ungkap dia.

Untuk gigi hiu diperkirakan berusia 5 sampai 3 juta tahun lalu. Fosil ini ditemukan warga pada tahun 2010 silam. Fosil ini belum menjadi display di museum.

"Gigi ikan hiu, di sini lautan perkiraan 5 sampai 3 juta tahun yang lalu. Ini paling banyak ikan hiu yang paling besar. Ditemukan mulai dari tahun 2010," terang dia.

Takim menjelaskan pada tahun 2010 juga ditemukan fosil keong purba yang berusia sekitar 3 juta tahun. Fosil itu sebelumnya belum pernah dipamerkan.

"Keong besar juga. Keong ini ditemukan pada tahun 2010. Ini belum sempat dipamerkan di museum," jelasnya.

Takim mengatakan dengan memperlihatkan sejumlah fosil hewan laut ini menjadi bukti keberadaan Selat Muria. Selain itu, menjadi daya tarik tersendiri mengenai koleksi yang jarang ditampilkan.