NADIKABAR.COM β€” Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike menilai penanganan banjir di Kali Mampang segmen Poncol, Kuningan Barat, Jakarta Selatan, membutuhkan perencanaan jangka panjang karena kondisi wilayah yang rendah.

β€œKawasan tersebut kerap dilanda banjir karena kondisi geografi yang cekung dan rendah serta padatnya permukiman di bantaran kali menjadi kendala dalam proses normalisasi,” kata Yuke di Jakarta, Kamis.

Dia menilai permukiman padat di tengah kawasan gedung bertingkat dan pusat bisnis memiliki akses terbatas, sehingga menyulitkan mobilisasi alat berat untuk pengerukan sungai.

Kondisi tersebut membuat normalisasi hanya dapat dilakukan di sejumlah titik yang memungkinkan karena penanganan banjir di kawasan tersebut tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

β€œIni memang masih menjadi pekerjaan rumah panjang. Upaya yang sudah dilakukan mudah-mudahan bisa mengurangi banjir, tetapi sepertinya tidak bisa diselesaikan dalam jangka pendek,” kata Yuke.

Menurut dia, penanganan banjir juga perlu dilakukan dari hulu melalui pembangunan tampungan air seperti Embung Kebagusan.

"Ini diharapkan dapat menahan aliran air dan mengendalikan debit yang menuju Kali Mampang serta Kali Krukut," ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan tersebut mengusulkan penataan permukiman di bantaran kali dengan menyediakan hunian layak bagi warga terdampak. Penataan ini penting untuk membuka ruang bagi normalisasi sungai dan pembangunan tampungan air yang lebih besar sesuai kebutuhan serta kondisi lapangan.

Pihaknya mendukung upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi banjir melalui koordinasi dan perencanaan yang matang. Meski demikian, target penyelesaian normalisasi di kawasan tersebut belum dapat dipastikan karena masih menghadapi berbagai kendala.

β€œDengan koordinasi yang baik dan perencanaan yang matang, kami yakin masalah banjir ini bisa diselesaikan secara bertahap,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau normalisasi Kali Mampang segmen Poncol untuk mengurangi risiko dan volume banjir menjelang musim hujan pada akhir November.

Pekerjaan yang melibatkan Dinas Sumber Daya Air (SDA) bersama DPRD DKI Jakarta ini juga menyasar sejumlah sungai lain, termasuk Kali Ciliwung dan Kali Krukut. Upaya tersebut diiringi rencana penataan permukiman serta pembenahan infrastruktur jalan secara menyeluruh.