NADIKABAR.COM — Polresta Banyuwangi melibatkan jaringan kepolisian internasional atau Interpol untuk membongkar komplotan pencurian dengan modus pecah kaca mobil yang beraksi lintas negara. Langkah tersebut dilakukan setelah polisi menemukan indikasi keterlibatan warga negara asing dan jaringan kejahatan yang beroperasi hingga Malaysia.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Rofiq Ripto Himawan mengatakan, koordinasi dengan kepolisian Malaysia dilakukan untuk mengusut seluruh rangkaian aksi komplotan tersebut sekaligus mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat.

Polresta Banyuwangi berkomunikasi dengan Polis Diraja Malaysia (PDRM), khususnya Commercial Crime Investigation Department (CCID), serta Sekretariat National Central Bureau Police (Ses NCBP) Interpol Indonesia. Koordinasi juga dilakukan secara berjenjang dengan Polda Jatim hingga Bareskrim Polri.

"Kita sudah komunikasi ke PDRM, kita komunikasi ke CCID, dan kita juga sudah melaporkan kepada pimpinan secara berjenjang. Guna mengusut tuntas aksi internasional ini, pihak kepolisian berkoordinasi intensif dengan PDRM dan Ses NCBP Interpol, serta Polda Jatim dan Bareskrim Polri untuk mengantisipasi potensi keterlibatan jaringan lain," ujar Kombes Rofiq, Kamis (26/8/2026).

Polisi tidak hanya mendalami jaringan pencurian lintas wilayah tersebut. Potensi keterkaitan komplotan dengan jaringan berpaham ekstremis juga turut diperiksa.