Perolehan tersebut melampaui target pemerintah yang sebelumnya menetapkan tujuh emas, delapan perak, dan 17 perunggu.

Menurut Ubaidillah, pencapaian tersebut menunjukkan kemampuan atlet penyandang disabilitas Indonesia bersaing di tingkat Asia.

Ia berharap prestasi itu menjadi perhatian bersama, terutama dalam memastikan keberlanjutan program latihan, ketersediaan fasilitas, serta pemberian penghargaan yang layak bagi atlet berprestasi.

Ubaidillah juga menyebut pentingnya memberikan kesempatan yang setara kepada atlet penyandang disabilitas untuk terus mengembangkan kemampuan mereka.