"Kami melakukan patroli untuk mengantisipasi kemunculan titik api dan pendaki ilegal. Pengawasan dilakukan selama 24 jam, karena potensi karhutla paling besar itu ada di area hutan produksi," kata Endan.

Peralatan juga sudah disiapkan Perum Perhutani jika terjadi kebakaran di kawasan Bandung Utara. Pemadaman tentunya akan dilakukan secara manual karena kawasan hutan sulit diakses mobil pemadam kebakaran.

"Penanganan dilakukan secara manual karena mobil pemadam kebakaran tidak bisa masuk ke lokasi. Petugas Polhut dan LMDH dibekali peralatan seperti jet shooter (pompa punggung), serta mesin pompa air portable dengan selang panjang. Kendaraan operasional Polhut juga sudah dimodifikasi dan dilengkapi dengan toren air untuk mengantisipasi kejadian," kata Endan.

Artikel ini telah naik di NadiKabar.