"Ya tujuannya supaya kita lebih fokus penanganan kebakaran. Agar area juga steril dan mempermudah petugas dalam melakukan upaya pemadaman," ujar Tyas.
Sebagai informasi, kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Arjuno-Welirang awalnya diketahui terjadi pada 18 Agustus 2026. Ada tiga titik api (hotspot) yang terdeteksi. Upaya penanganan dilakukan petugas gabungan dari Tahura Raden Soerjo, Polhut, Masyarakat Peduli Api (MPA) hingga relawan.
Setelah petugas berjibaku selama beberapa hari memadamkan api dan menghalau api meluas dengan membuat sekat bakar, situasi mulai membaik. Api yang berada di kawasan Gunung Kembar 1, Gunung Kembar 2, hingga Sabana Lembah Kijang telah padam pada 20 Agustus 2026.
Kendati demikian, perjuangan tim gabungan belum selesai. Keesokan harinya pada 21 Agustus 2026, tim gabungan masih tetap melakukan penyisiran sisa-sisa bara sebagai antisipasi munculnya titik api baru.