Dia mengatakan ICM akan melakukan perlakuan yang setara karena sejak awal didirikan sebagai sekolah yang terbuka bagi anak-anak dari berbagai latar belakang, termasuk melalui program beasiswa penuh hingga uang saku bulanan bagi siswa dari kalangan dhuafa, yang kami jalankan bersama lembaga pengelola zakat nasional.

"Prinsip saya sederhana, begitu seorang anak masuk gerbang semolah, ia tunduk pada aturan yang sama. Identitas cuma satu, sebagai pelajar yang ingin tumbuh dan berkembang bersama ICM. Terlepas dari siapapun orang tuanya. Relasi personal, jabatan atau kedekatan politik tidak memengaruhi bagaimana persoalan seorang anak ditangani," ungkapnya.

Tamsil juga menanggapi soal isu di media sosial (medsos) soal identitas dan latar belakang keluarga pihak-pihak tertentu yang dikaitkan dengan kasus yang terjadi. Dia menyatakan tak akan membuka identitas anak manapun dalam kedua kasus ini, baik korban maupun yang diduga terlibat.

"Mereka adalah anak di bawah umur yang identitasnya dilindungi hukum, dan sepatutnya dilindungi pula oleh kita semua yang peduli pada pendidikan. Saya mengajak semua pihak lebih bijaksana dan menahan diri," kata dia.

Dia mengatakan ICM mengambil langkah konkret berupa pemulihan korban, evaluasi seluruh sistem, langkah mitigasi dalam pembelajaran bimbingan, dan layanan ruang aman untuk bersuara. Dia mengaku memahami kegelisahan yang dialami orang tua soal harapan dan perkembangan peserta didik.

"Bapak dan ibu adalah mitra kami dalam mendidik. Karena itu, saya tidak meminta bapak dan ibu untuk langsung percaya. Saya mengajak Bapak dan Ibu untuk melihat, menilai, dan mengawasi langsung perbaikan yang kami lakukan sebagai bagian dari semangat kolaborasi yang menjadi fondasi ICM," ucap dia.

Dia mengatakan ICM membentuk forum pengawasan bersama yang melibatkan orang tua dan pemerintah untuk menjadi bagian perlindungan anak di ICM. Tamsil menyatakan semua siswa ICM punya hak merasa aman dan bersuara.

"Ketika ada anak-anak yang tersakiti di bawah naungan ICM, yang terluka bukan hanya mereka, tapi juga kepercayaan yang kami rawat bertahun-tahun. Saya tidak akan berpura-pura ini ringan bagi kami," tuturnya.

Pihak ICM buka suara soal kabar perundungan siswa yang terjadi. Pihak ICM menyatakan menghargai proses hukum yang sedang berjalan.