NADIKABAR.COM β€” Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan jumlah penduduk miskin di ibu kota mengalami penurunan cukup signifikan, yakni 6.500 orang, sehingga indikator kesejahteraan di Jakarta pun menunjukkan perbaikan.

β€œKurang lebih 6.500 orang. Jadi ada penurunan yang cukup signifikan karena di Jakarta itu untuk bisa turun sampai dengan kelompok miskin ekstrem 6.500 itu angkanya juga cukup besar,” jelas Pramono di Jakarta Utara, Jumat.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) DKI Jakarta pada 2026 mencapai 85,88, meningkat 0,83 poin atau 0,98 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto mengatakan dengan capaian tersebut, status pembangunan manusia Jakarta tetap berada dalam kategori sangat tinggi.

Dia menyebutkan, dalam lima tahun terakhir, IPM Jakarta terus meningkat dari 82,77 pada 2022, menjadi 83,55 pada 2023, kemudian 84,15 pada 2024, dan 85,05 pada 2025.

"(Sejak 2022) hingga 2026 bertambah 3,11 poin. Peningkatan pada tahun 2026, terjadi pada seluruh indikator penyusunnya, baik indikator kesehatan, pendidikan maupun pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan," kata Kadarmanto di Jakarta, Kamis (5/11).

Adapun IPM menggambarkan capaian pembangunan manusia yang diukur melalui tiga dimensi, yaitu umur panjang dan hidup sehat, kemudian pengetahuan serta standar hidup layak.

Pada dimensi Umur Harapan Hidup Saat Lahir, BPS DKI mencatat harapan hidup saat lahir pada 2026 mencapai 76,44 tahun atau meningkat 0,17 tahun dibandingkan tahun lalu.

Angka ini menggambarkan perkiraan rata-rata lama hidup bayi yang baru lahir. Artinya bayi yang lahir tahun ini, maka dia diperkirakan akan hidup sampai umur 76 tahun atau 76,4 tahun.