NADIKABAR.COM β Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai pengurangan kuota LPG tabung 3 kg perlu didahului pembenahan distribusi dan ketepatan sasaran penerima subsidi agar tidak berdampak terhadap masyarakat yang berhak.
βPemerintah perlu memastikan pengurangan kuota berasal dari pembatasan konsumsi kelompok mampu, bukan dari berkurangnya pasokan bagi masyarakat yang memang berhak,β kata Yusuf saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, pengurangan kuota sebelum distribusi dibenahi dapat memicu antrean, kenaikan harga eceran, bahkan kelangkaan di tingkat konsumen.
Ia mengatakan kelompok yang paling rentan terdampak meliputi rumah tangga berpendapatan rendah, warung dan UMKM makanan, serta pelaku usaha lainnya yang bergantung pada LPG 3 kg.