Pendekatan tersebut tetap sangat akurat untuk prakiraan hingga 12 pekan ke depan, kata Profesor Amir H. Gandomi dari UTS, salah satu penulis penelitian itu, seraya menekankan bahwa tambahan waktu peringatan dapat membantu masyarakat bersiap menghadapi banjir.
Temuan tersebut dapat berimplikasi pada manajemen risiko banjir, termasuk kesiapsiagaan bencana, ketahanan infrastruktur, dan pengelolaan sumber daya air, menurut tim peneliti.
"Pada akhirnya, tujuannya bukan sekadar memprediksi banjir dengan lebih akurat, melainkan mengubah prediksi yang lebih baik menjadi keputusan yang lebih baik," ujar Gandomi.