NADIKABAR.COM — Tim peneliti internasional mengembangkan model kecerdasan artifisial (AI) yang dapat menunjang prakiraan banjir jangka panjang, termasuk membantu masyarakat menerima peringatan bencana beberapa pekan sebelum kejadian.

Para peneliti menggunakan data historis presipitasi dan debit aliran sungai selama dua dasawarsa terakhir dari daerah aliran sungai (DAS) Sungai DuPage di Illinois, Amerika Serikat, untuk mengembangkan model pembelajaran mendalam yang mengggabungkan mekanisme atensi guna mengidentifikasi pola curah hujan dan aliran sungai, demikian seturut pernyataan yang dirilis Universitas Teknologi Sidney (UTS) Australia, Selasa (13/10).

Dengan menggabungkan prediksi dari berbagai model, tim peneliti berhasil meningkatkan akurasi prakiraan. Model pembelajaran mendalam ansambel mengurangi kesalahan prediksi sekitar 38 persen, sedangkan kerangka kerja fusi yang diusulkan meningkatkan kinerja prediksi sekitar 47 persen, demikian disebutkan dalam penelitian yang dipublikasikan di Journal of Hydrologic Engineering.

Pendekatan tersebut tetap sangat akurat untuk prakiraan hingga 12 pekan ke depan, kata Profesor Amir H. Gandomi dari UTS, salah satu penulis penelitian itu, seraya menekankan bahwa tambahan waktu peringatan dapat membantu masyarakat bersiap menghadapi banjir.

Temuan tersebut dapat berimplikasi pada manajemen risiko banjir, termasuk kesiapsiagaan bencana, ketahanan infrastruktur, dan pengelolaan sumber daya air, menurut tim peneliti.

"Pada akhirnya, tujuannya bukan sekadar memprediksi banjir dengan lebih akurat, melainkan mengubah prediksi yang lebih baik menjadi keputusan yang lebih baik," ujar Gandomi.