NADIKABAR.COM β Riset Zero Carbon Analytics menunjukkan krisis energi yang dipicu oleh konflik geopolitik dan gangguan jalur distribusi minyak di Selat Hormuz mendorong Indonesia dan beberapa negara di Asia Tenggara mempercepat pelaksanaan kebijakan energi terbarukan.
βRiset terbaru kami menandakan pergeseran dalam transisi energi Asia Tenggara. Sejak pecahnya perang, kebijakan energi bersih jangka panjang telah melampaui inisiatif bahan bakar fosil, dan kebijakan itu diterjemahkan menjadi tindakan nyata,β kata Peneliti Senior Transisi Energi Zero Carbon Analytics (ZCA) Amy Kong dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat.
Di Indonesia, analisis ZCA mencatat lima kebijakan energi terbarukan dan elektrifikasi, empat kebijakan bahan bakar fosil, satu kebijakan biofuel dan satu kebijakan nuklir.